Selasa, 05 November 2013

Rinduku Padanya

Kesetiaan waktu sangatlah toleran
Kesetiaan alam memang kewajiban
Tapi kesetiaan ku padamu tak bisa di bilang
Bertahun-tahun kesetiaan itu datang dan tinggal tanpa basa
Bagaikan angin ia tiba-tiba saja datang,
Tapi bagaikan kilat ia menghilang

Kuhempaskan tubuh hatiku
Merasa capek dan lelah kupandangi kesetiaan itu
Kesetiaan yang melekat dalam kornea ku, 
melekat pada sarafku dan melekat pula pada ujung rambutku

Dari situ aku tahu,
Bahwa kesetiaan itu selalu bersamaku memukai tepi hatiku

Tapi kesetiaan itu pula yang kutangisi
Mengapa kesetiaan itu tidak datang dalam kungkungan waktu yang lama 
Sehingga aku bisa merasakan sedikit rasa kesetiaan...

Kuhembuskan nafasku,
Lagi...dan lagi....
Kesetiaan itu memberikan padaku riwayatnya

Riwayat yang indah bagai guratan pelangi,
yang membuatku ingin selalu disampingnya merasakan hangatnya hati

Tapi apa daya,
kesetiaan itu hilang tanpa beban bagai awan ia meluncur tajam


"Jangan...jangan"
Berteriaklah mulut hatiku
"Jangan terlalu cepat kau meninggalkanku.. Ingatkah dulu? Akulah yang membuka riwayatmu! Akulah yang mengukir kata itu di temaramnya hati. Akulah yang dengan senantiasa memberimu cahaya , tahukah untuk apa? 
Agar kesetiaan itu selalu membara dihatiku! 
Agar kesetiaan itu mengingatkanku pada kata mukzizat itu, 
Kata yang selalu kukenang dalam hatiku
Bahwa, 
AKU MENCINTAIMU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar