Pengertian alam semesta mencakup
tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Dalam mikrokosmos kita mempelajari
benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, electron,
sel dan sbg. Sedangkan dalam makrokosmos kita mempelajari benda-benda mempunyai
ukuran sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi dan sbg.
Alam Semesta dan Isinya baik Mikrokosmos maupun Makrokosmos
Alam semesta
terdiri dari semua materi termasuk tenaga dan radiasi serta segala hal yang
telah di ketahui dan baru dalam tahap percaya bahwa pasti ada di antariksa.
Bumi, bulan, planet-planet dan matahari yang termasuk dalam tata surya hanyalah
titik kecil diantara 200 milyar bintang penyususn galaksi bima sakti.
Perhitungan sampai angka 200 milyar bintang ini merupakan perkiraan untuk
sebuah galaksi (yakni galaksi bima sakti yang mempunyai garis tengah sekitar
100.000 tahun cahaya.
Teori Tentang Terjadinya Alam Semesta
Pendapat
tentang terbentuknya alam semesta baru merupakan teori, yang meskipun sudah
banyak penelitian dilakukan namun masih tetap tingkat teori saja. Pada dasarnya
ada dua pendapat tentang terbentuknya alam semesta ini.
1. Teori keadaan tetap (steady state theory)
Teori ini dikemukakan oleh Fred
Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold. Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi
sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta ini di mana pun dan bilamanapun
selalu sama. Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai
jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan demikian teori ini secara
ringkas menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk ( lahir), tumbuh, menjadi
tua dan akhirnya mati. Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta tidak
terhingga besarnya dan tidak terhingga tuanya (tanpa awal dan tanpa akhir).
Dari hasil pemotretan satelit
telah diketahui kecapatan radial galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan
dengan jarak anatara galaksi dan bumi, maka disimpulkan bahwa makin jauh jarak
galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut bergerak menjauhi bumi.
Dari hasil penemuan ini menguatkan bahwa alam semesta selalu mengembang(ekspansi)
dan menipis(kontraksi). Dengan demi kian harus ada ledakan atau dentuman yagn
mendahului adanya pengembangan.
Anggota Sistem Tata Surya seperti Bintang / Matahari,
Planet, Asteroid, Komet dan Meteor
1. Matahari
Terbentuk
dari awan gas hidrogen dan debu yang memadat menjadi sebuah bola raksasa yang
sangat pijar. Matahari mempunyai semacam ekuator dan kutub karena gerak
rotasinya. Garis tengahnya ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah
antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari selalu berputar pada porosnya
dengan waktu sekitar satu bulan untuk satu kali putaran. Periode rotasi
ekuatornya 25 hari, sedangkan di kutubnya 34 hari
2. Planet
Planet adalah sebuah benda langit yang memiliki sumber
cahaya sendiri, dan bergerak menjelajahi langit mengelilingi matahari dalam
garis edaran tertentu. Oleh karena itu planet disebut juga “Si
Penjelajah”. Gerak planet mengelilingi matahari, satu kali
lintasan disebut orbit.umumnya planet juga berputar pada porosnya (rotasi)
berlawanan dengan arah jarum jam. Namun ada juga planet yang berputar dengan
gerakan searah jarum jam, misalnya Planet Venus.
3. Asteroid
Diantara planet dalam dan luar terdapat jarak pemisah yang
sangat lebar. Semula diduga bahwa didaerah tersebut terdapat sebuah planet yang
belum ditemukan. Pada tahun 1801, seorang astronom Sisilia menemukan sebuah
planet baru yang berukuran sangat kecil diberi nama Ceres yang berukuran 300km
dan sama sekali tidak memiliki udara disekitarnya. Semua planet yang ditemukan
berukuran kecil maka para astronom menyebutnya sebagai planet minor atau planet
kecil, dan dalam bahasa Yunani disebut asteroid.
4. Komet
Istilah komet berasal dari Yunani yang artinya bintang
berekor. Komet bergerak mengelilingi matahari. Garis lintasannya melonjong
melewati lintas setiap planet yang terdapat dalam keluarga matahari terus
menjulur keluar angkasa. Komet yang sangat terkenal adalah Komet Halley.
Penemunya adalah Edmund Halley.
5. Meteor
Meteor adalah benda langit yang sangat kecil bergerak
mengelilingi matahari seperti planet. Meteor berada jauh dari bumi.
Planet Bumi sebagai bagian dari Sistem Tata Surya
Surya adalah kata lain dari
matahari. Jadi sistem tata surya berarti suatu sistem yang teratur pada matahari, dimana matahari
sebagai induk (pusat peredaran) dan di kelilingi oleh pengikut-pengikutnya
yaitu planet, satelit, asteroid, komet dan meteor.
Planet adalah sebuah benda langit
yang memiliki sumber cahaya sendiri, dan bergerak menjelajahi langit
mengelilingi matahari dalam garis edaran tertentu. Oleh karena itu planet
disebut juga “Si Penjelajah”. Gerak planet
mengelilingi matahari, satu kali lintasan disebut orbit.umumnya planet juga
berputar pada porosnya (rotasi) berlawanan dengan arah jarum jam. Namun ada
juga planet yang berputar dengan gerakan searah jarum jam, misalnya Planet
Venus.
Lapisan-Lapisan pada Planet Bumi dan Fungsi bagi Kehidupan
Manusia
a. Inti Bumi(barisfer/Santrofer)
Diduga, barisfer terdiri dari nikel dan besi, dan lapisan
itu disebut nife(niccolum=nikel). Lapisan ini berjari-jari 3470 km. Berat
jenisnya rata-ratanya 10. Diatas lapisan nife terdapat lapisan antar yang
elastis. Susunan zatnya seperti batu meteorid dengan berat jenis rata-rata 5,
tebalnya kira-kira 1700 km.
b. Kulit Bumi(Lithosfer)
adalah lapisan bumi bagian atas, tebalnya ±1200
km. Kulit bumi merupakan lapisa yagn vital bagi manusia berupa benua dan
pualu-pulau. Terletak di lapisan pengantara.
c. Lapisan Air (Hidrosfer)
lapisan air ini adalah semua peraiaran yang berada di bumi,
yaitu samudra, laut, danau, sungai, dan air tanah. Hidrosfer tidak seluruhnya
menyelimuti bumi tetapi 71% saja, sebagian besar terdirii dari samudra dan
lautan.
d. Lapisan Udara (Atmosfer)
atmosfer adalah lapisan udara atau gas yang menyelubungi
bumi. Atmosfer termasuk bagian bumi dan
karena pengaruh gaya
berat, atmosfer ikut berputar bersama-sama bumi setiap hari yang beredar mengelilingi
matahari setiap tahun.
Teori tentang Terjadinya Planet Bumi
a. Teori Kant-Laplace (Hipotesis Kabut dari Kant Laplace)
Tata surya
terbentuk dari kondensasi awan yang pernah merupakan kabut gas yang amat panas.
Awan ini makin mendingin dan menyebabkan gerak putar yang makin cepat.
Perputaran akan menyebabkan pendataran di bagian kutub-kutubnya dan penimbunan
materi di bagian khatulistiwanya. Dari bagian khatulistiwa ini akan terlepas
bagian dari massa
asal. Bagian yang terlepas mengalami kondensasi dan menjadi padat, kemudian
ikut berputar mengelilingi massa
asal. Massa
asal menjadi matahari, bagian yang terlepas dan menjadi pada tersebut kemudian
menjadi planet bumi.
Dalam perkembangan selanjutnya planet-planet tersebut selain
berputar menurut porosnya, juga berputar bersama-sama mengelilingi matahari.
Dalam gerak berputarnya planet tersebut melepaskan materi-materi yang kemudian
menjadi satelit atau bulan.
Teori Kant-Laplace kemudian ditinggalkan orang karena dalam
perkembangan selanjutnya, ditemukan sifat-sifat gas yang ternyata tidak sesuai
dengan sifat-sifat gas yagn dikemukakan Kant-Laplace.
B. Teori cemberlain dan multon
Teorinya terkenal dengan nama Teori Planetisimal. Di alam
raya ada matahari asal. Sebuah binyang besar mendekati matahari asal tersebut
sehingga terjadi gaya
tarik yang kuat dari bintang tersebut terhadap matahari.
Dipermukaan matahari akan terjadi ledakan-ledakan yang maha
dasyat yang beruapa gas yang dilepaskan keluar matahari asal. Gas yang sudah
lepas kemudian mengalami kondensasi sehingga menjadi massa padat yang disebut planetisimal. Bumi
merupakan salah satu bentuk planetisimal tersebut. Planetsimal dalam
perkembangannya selalu menarik bagian- bagian yang kecil di sekitarnya,
sehingga sabagian akan menjadi besar.
C. Teori Jean dan Jeffreys
Terjadi gelombang pasang pada permukaan matahari akibat daya
tarik bintang yang jauh lebih besar. Gelombnag pasang inimenyerupai lidah
raksasadi permukaan matahari, mengarah pada bintang besar. Lidah raksasa kemudian
memadat dan pecah menjadi benda tersendiri yang disebut planet. Planet-planet
baru ini berputar mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk elip. Karena
lintasan planet berbentuk elip maka suatu waktu planet mempunyai jarak terdekat
dengan matahari. Matahari akan menarik massa
planet tersebut sehingga terbentuk lah satelit atau bulan yang berputar
mengelilingi planet.
D. Teori Alfred Wegener (Continental Drift)
Teori Wegener sering di sebut sebagai teori Pergeseran Benua
( Continental Drift). Garis besarnya adalah sebagai berikut: Benua-benua yang
sekarang ada (Asia, Africa, Eropa ,
America , dan
Australlia) dulu menjadi satu merupakan super continant yang di sebut Pangea.
200 juta tahun yang lalu, pangea mulai pecah secara pelahan
dan terus bergeser sampai mencapai posisinya yang sekarang.
180 juta tahun yang lalu terbentuk rift ( lembah yang
memanjang dan dalam) di tegah pangea. Rift ini makin lebar dan mengawali
terpisahnnya America Utara dan Africa .
50 juta tahun yang lalu, rift makin terbuka, mendalam dan
meluas. Cekungan ini akan berkembang menjadi samudra Atlantik. Rift juga
berkembang ke arah utara sehingga memisahkan Greenland
dan eropa.
America Utara dan Selatan bergeser ke arah barat, Antartika
dan Australia bergeser ke
arah selatan dan tenggara, sedangkan india bergeser ke utara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar