Minggu, 30 Maret 2014

Ruang Lingkup IPA

Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Dalam mikrokosmos kita mempelajari benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, electron, sel dan sbg. Sedangkan dalam makrokosmos kita mempelajari benda-benda mempunyai ukuran sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi dan sbg.

Alam Semesta dan Isinya baik Mikrokosmos maupun Makrokosmos

             Alam semesta terdiri dari semua materi termasuk tenaga dan radiasi serta segala hal yang telah di ketahui dan baru dalam tahap percaya bahwa pasti ada di antariksa. Bumi, bulan, planet-planet dan matahari yang termasuk dalam tata surya hanyalah titik kecil diantara 200 milyar bintang penyususn galaksi bima sakti. Perhitungan sampai angka 200 milyar bintang ini merupakan perkiraan untuk sebuah galaksi (yakni galaksi bima sakti yang mempunyai garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya.


Teori Tentang Terjadinya Alam Semesta

            Pendapat tentang terbentuknya alam semesta baru merupakan teori, yang meskipun sudah banyak penelitian dilakukan namun masih tetap tingkat teori saja. Pada dasarnya ada dua pendapat tentang terbentuknya alam semesta ini.

1. Teori keadaan tetap (steady state theory)
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold. Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta ini di mana pun dan bilamanapun selalu sama. Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan demikian teori ini secara ringkas menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk ( lahir), tumbuh, menjadi tua dan akhirnya mati. Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta tidak terhingga besarnya dan tidak terhingga tuanya (tanpa awal dan tanpa akhir).
Dari hasil pemotretan satelit telah diketahui kecapatan radial galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak anatara galaksi dan bumi, maka disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut bergerak menjauhi bumi. Dari hasil penemuan ini menguatkan bahwa alam semesta selalu mengembang(ekspansi) dan menipis(kontraksi). Dengan demi kian harus ada ledakan atau dentuman yagn mendahului adanya pengembangan.


Anggota Sistem Tata Surya seperti Bintang / Matahari, Planet, Asteroid, Komet dan Meteor

1. Matahari
Terbentuk dari awan gas hidrogen dan debu yang memadat menjadi sebuah bola raksasa yang sangat pijar. Matahari mempunyai semacam ekuator dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengahnya ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari selalu berputar pada porosnya dengan waktu sekitar satu bulan untuk satu kali putaran. Periode rotasi ekuatornya 25 hari, sedangkan di kutubnya 34 hari

2. Planet
Planet adalah sebuah benda langit yang memiliki sumber cahaya sendiri, dan bergerak menjelajahi langit mengelilingi matahari dalam garis edaran tertentu. Oleh karena itu planet disebut juga Si Penjelajah. Gerak planet mengelilingi matahari, satu kali lintasan disebut orbit.umumnya planet juga berputar pada porosnya (rotasi) berlawanan dengan arah jarum jam. Namun ada juga planet yang berputar dengan gerakan searah jarum jam, misalnya Planet Venus.

3. Asteroid
Diantara planet dalam dan luar terdapat jarak pemisah yang sangat lebar. Semula diduga bahwa didaerah tersebut terdapat sebuah planet yang belum ditemukan. Pada tahun 1801, seorang astronom Sisilia menemukan sebuah planet baru yang berukuran sangat kecil diberi nama Ceres yang berukuran 300km dan sama sekali tidak memiliki udara disekitarnya. Semua planet yang ditemukan berukuran kecil maka para astronom menyebutnya sebagai planet minor atau planet kecil, dan dalam bahasa Yunani disebut asteroid.

4. Komet
Istilah komet berasal dari Yunani yang artinya bintang berekor. Komet bergerak mengelilingi matahari. Garis lintasannya melonjong melewati lintas setiap planet yang terdapat dalam keluarga matahari terus menjulur keluar angkasa. Komet yang sangat terkenal adalah Komet Halley. Penemunya adalah Edmund Halley.

5. Meteor
Meteor adalah benda langit yang sangat kecil bergerak mengelilingi matahari seperti planet. Meteor berada jauh dari bumi.

Planet Bumi sebagai bagian dari Sistem Tata Surya

Surya adalah kata lain dari matahari. Jadi sistem tata surya berarti suatu sistem  yang teratur pada matahari, dimana matahari sebagai induk (pusat peredaran) dan di kelilingi oleh pengikut-pengikutnya yaitu planet, satelit, asteroid, komet dan meteor.
Planet adalah sebuah benda langit yang memiliki sumber cahaya sendiri, dan bergerak menjelajahi langit mengelilingi matahari dalam garis edaran tertentu. Oleh karena itu planet disebut juga Si Penjelajah. Gerak planet mengelilingi matahari, satu kali lintasan disebut orbit.umumnya planet juga berputar pada porosnya (rotasi) berlawanan dengan arah jarum jam. Namun ada juga planet yang berputar dengan gerakan searah jarum jam, misalnya Planet Venus.

Lapisan-Lapisan pada Planet Bumi dan Fungsi bagi Kehidupan Manusia

a. Inti Bumi(barisfer/Santrofer)
Diduga, barisfer terdiri dari nikel dan besi, dan lapisan itu disebut nife(niccolum=nikel). Lapisan ini berjari-jari 3470 km. Berat jenisnya rata-ratanya 10. Diatas lapisan nife terdapat lapisan antar yang elastis. Susunan zatnya seperti batu meteorid dengan berat jenis rata-rata 5, tebalnya kira-kira 1700 km.

b. Kulit Bumi(Lithosfer)
adalah lapisan bumi bagian atas, tebalnya ±1200 km. Kulit bumi merupakan lapisa yagn vital bagi manusia berupa benua dan pualu-pulau. Terletak di lapisan pengantara.

c. Lapisan Air (Hidrosfer)
lapisan air ini adalah semua peraiaran yang berada di bumi, yaitu samudra, laut, danau, sungai, dan air tanah. Hidrosfer tidak seluruhnya menyelimuti bumi tetapi 71% saja, sebagian besar terdirii dari samudra dan lautan.

d. Lapisan Udara (Atmosfer)
atmosfer adalah lapisan udara atau gas yang menyelubungi bumi. Atmosfer termasuk bagian  bumi dan karena pengaruh gaya berat, atmosfer ikut berputar bersama-sama bumi setiap hari yang beredar mengelilingi matahari setiap tahun.

Teori tentang Terjadinya Planet Bumi

a. Teori Kant-Laplace (Hipotesis Kabut dari Kant Laplace)

Tata surya terbentuk dari kondensasi awan yang pernah merupakan kabut gas yang amat panas. Awan ini makin mendingin dan menyebabkan gerak putar yang makin cepat. Perputaran akan menyebabkan pendataran di bagian kutub-kutubnya dan penimbunan materi di bagian khatulistiwanya. Dari bagian khatulistiwa ini akan terlepas bagian dari massa asal. Bagian yang terlepas mengalami kondensasi dan menjadi padat, kemudian ikut berputar mengelilingi massa asal. Massa asal menjadi matahari, bagian yang terlepas dan menjadi pada tersebut kemudian menjadi planet bumi.

Dalam perkembangan selanjutnya planet-planet tersebut selain berputar menurut porosnya, juga berputar bersama-sama mengelilingi matahari. Dalam gerak berputarnya planet tersebut melepaskan materi-materi yang kemudian menjadi satelit atau bulan.

Teori Kant-Laplace kemudian ditinggalkan orang karena dalam perkembangan selanjutnya, ditemukan sifat-sifat gas yang ternyata tidak sesuai dengan sifat-sifat gas yagn dikemukakan Kant-Laplace.

B. Teori cemberlain dan multon

Teorinya terkenal dengan nama Teori Planetisimal. Di alam raya ada matahari asal. Sebuah binyang besar mendekati matahari asal tersebut sehingga terjadi gaya tarik yang kuat dari bintang tersebut terhadap matahari.

Dipermukaan matahari akan terjadi ledakan-ledakan yang maha dasyat yang beruapa gas yang dilepaskan keluar matahari asal. Gas yang sudah lepas kemudian mengalami kondensasi sehingga menjadi massa padat yang disebut planetisimal. Bumi merupakan salah satu bentuk planetisimal tersebut. Planetsimal dalam perkembangannya selalu menarik bagian- bagian yang kecil di sekitarnya, sehingga sabagian akan menjadi besar.

C. Teori Jean dan Jeffreys

Terjadi gelombang pasang pada permukaan matahari akibat daya tarik bintang yang jauh lebih besar. Gelombnag pasang inimenyerupai lidah raksasadi permukaan matahari, mengarah pada bintang besar. Lidah raksasa kemudian memadat dan pecah menjadi benda tersendiri yang disebut planet. Planet-planet baru ini berputar mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk elip. Karena lintasan planet berbentuk elip maka suatu waktu planet mempunyai jarak terdekat dengan matahari. Matahari akan menarik massa planet tersebut sehingga terbentuk lah satelit atau bulan yang berputar mengelilingi planet.

D. Teori Alfred Wegener (Continental Drift)

Teori Wegener sering di sebut sebagai teori Pergeseran Benua ( Continental Drift). Garis besarnya adalah sebagai berikut: Benua-benua yang sekarang ada (Asia, Africa, Eropa, America, dan Australlia) dulu menjadi satu merupakan super continant yang di sebut Pangea.

200 juta tahun yang lalu, pangea mulai pecah secara pelahan dan terus bergeser sampai mencapai posisinya yang sekarang.

180 juta tahun yang lalu terbentuk rift ( lembah yang memanjang dan dalam) di tegah pangea. Rift ini makin lebar dan mengawali terpisahnnya America Utara dan Africa.

50 juta tahun yang lalu, rift makin terbuka, mendalam dan meluas. Cekungan ini akan berkembang menjadi samudra Atlantik. Rift juga berkembang ke arah utara sehingga memisahkan Greenland dan eropa.

America Utara dan Selatan bergeser ke arah barat, Antartika dan Australia bergeser ke arah selatan dan tenggara, sedangkan india bergeser ke utara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar