Sejarah Kesehatan Mental
Sejarah Kesehatan mental merupakan suatu cerminan pemahaman
masyarakat tentang gangguan mental dan tindakan yang diberikan. Ada beberapa
pandangan mesyarakat terhadap gangguan mental di dunia barat :
- akibat kekuatan supranatural
- dirasuki oleh roh/setan
- dianggap kriminal karena memiliki derajat kebinatangan yang besar
- dianggap memilaiki cara berpikir irrasional.
- Dianggap sakit
- Merupaka reaksi terhadap tekanan/stress maladaptif
- Melarikan diri dari tanggung jawab
Zaman
Prasejarah
Seperti
apakah penyakit mentla yang dialami pada zaman purba? Ada suatu spekulasi bahwa
beberapa gejala penyakit mental saat ini sama dan sangat mirip dengan yang ada
pada saat itu. Pada zamannya, manusia purba sering mengalami gangguan-gangguan
baik mental maupun fisik seperti infeksi arthritis, penyakit pernapasan dan
usus. Tetapi penyakit mental pada saat itu benar benar ditangani cara pandang
mereka adalah merawatnya sama seperti penyakit fisik, karena berfikir
bahwa mental dan fisik disebabkan oleh penyebab yang sama, yakni roh-roh jahat,
halilintar atau mantera-mantera musuh. Jadi tindakan perawatan yang diberikan
untuk penyakit bauk mental maupun fisik adalah seperti menggosok, menjilat,
menghisap, memotong dan membalut. Atau dengan cara lain yang terpikirkan oleh
kawan-kawannya, pemimpin-pemimpinnya, atau ia sendiri seperti menggunakan
salep, mantera, obat keras dan sihir.Tetapi masih diperlakukan secara
manusiawi.
Peradaban-peradaban
Awal
Dalam
peradaban yang dikenal di Mesir, Mesopotamia , India, Cina dan lainnya
sepanjang zaman kuno (dari 5000 SM sampai 500 tahun M), penyakit mental mulai
menjadi hal umum. Di Mesopotamia, penyakit mental dihubungkan dengan roh atau
setan dan perawatannya dilakukan dengan upacara-upacara agama dan magis agar setan
keluar dari tubuh si pasien. Sedangkan di Mesir, ilmu kedokteran agak lebih
maju dan rasional. Contohnya seperti yang otak digambarkan untuk pertama
kalinya dan diketahui juga peranannya dalam proses mental,dan disana juga
dikembangkan terapi untuk pasien berupa rekreasi dan pekerjaan,serta diterapkan
juga psikoterapi untuk mengobati penyakit mental. Sedangkan di Yahudi, penyakit
mental diartikan sebagai suatu hukuman dari Tuhan dan hanya diobati dengan
bertaubat. Tapi perhatian orang Yahudi juga memperhatikannya dari segi
kemanusiaan dan ilmu kedokteran, bahkan pada tahun 490 M didirikan rumah
sakit di Yerusalem untuk para pasien penyakit mental.Tapi sampai sejaarah
modern belakangan ini, sumbangan sumbangan yang besar terhadap kesehatan fisik
dan mental manusia datang dari orang Yunani. Beberapa pandangan dalam pemikiran
Yunani yang sangat penting yaitu dengan dilakukannya penelitian dan terminologi
psikiatri modern.
Abad
Pertengahan ( Abad Gelap)
Pada
abad pertengahan, gangguan mental tidak dianggap sebagai penyakit. Banyak
kebiasaan yang telah dilakukan dalam ilmu kedokteran sebelumnya tidak
dilanjutkan,dan hal yang lebih buruk seperti takhayul dan ilmu tentang setan
malah dihidupkan kembali. Exorcisme pada abad ini digunakan sebagai perawatan
orang yang mengalami gangguan mental. Yaitu dengan menggunakan mantra- mantra
dan jimat-jimat.pada tahun 1600an (dan sebelumnya) : Orang yang sakit
secara mental dahulu kala dianggap sebagai “orang yang kesurupan” yang
mengalami gangguan mental dimasuki oleh roh-roh. Maka dari itu
penyembuhannyapun juga melalui healer, shaman atau penyembuh yang lebih dikenal
dengan istilah dukun.
Zaman
Renaisans
Saat
para pasien sakit mental tenggelam dalam dunia takhayul, zaman ini tepatnya
digambarkan sebagai “terang dalam kegelapan”. Di Switzerland, mengakui penyebab
rasional penyakit mental dan menolak adanya kaitan dengan demonology. Di
Prancis, lebih menggunakan pendekatan yang manusia terhadapa para pasien sakit
mental,menganggap bahwa penyakit mental tidak berbeda dengan penyakit fisik.Tahun
1724 : Pendeta Cotton Mather menjelaskan masalah kejiwaan yang
menyebabkan gangguan yang terjadi di dalam tubuh sekaligus mematahkan takhayul
yang berkembang selama ini.
Abad
XVII – Abad XX
Pada
abad ini masih merupakan proses peralihan dan pendekatan demonologis ke
pendekatan ilmiah terhadap penyakit mental karena memang tidak terjadi dalam
waktu yang singkat. Disini dipusatkan pada klasifikasi dan system, suatu hal
yang mungkin sama dengan analisis system. Kekangan-kekangan yang sangat kejam
terhadap para pasien sakit mental dan menyarankan agar memberikan perawatan
yang manusiawi terhadap orang-orang gila di Jerman sangat ditentang. Tahun 1812
: Benjamin Rush menjadi orang pertama yang mencoba menangani penyakit
mental secara manusiawi. Llu itu di Inggris, muncul optimisme dalam menangani
pasien sakit jiwa dengan perkembangan teori dan teknik untuk menangani orang
sakit jiwa ini di rumah sakit. walaupun dalam prakteknya sering mengalami
kegagalan sehingga lambat launpun muncul masa terapi pesimisme.Tahun 1908 : Clifford
Beers yang pernah menjadi pasien rumah sakit jiwa dengan penanganan yang benar
maupun yang salah mengeluarkan buiku “A Mind That Found Itself”. Buku tersebut
langsung memberikan efek yaitu menyebarkan visinya mengenai gerakan kesehatan
mental. Beers lalu mendirikan Masyarakat Connecticut yang merupakan akar dari
Asosiasi Kesehatan Mental Nasional. Dan pada tahun 1950 diteruskan untuk
melanjutkan mendidik publik Amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan
kesadaran akan kesehatan mental.
Psikiatri
Pada
tahun 1900- an, gangguan mental dianggap sebagai bukan penyakit. Dilakukannya
usaha untuk menolong para pasien sakit mental tetapi akhir abad itu
dokter-dokter belum menemukan penyebab atau pencegahan, penyembuhan, atau
perawatan yang efektif terhadap penyakit mental meskipun mereka telah
mengklasifikasikan beribu-ribu macam kekalutan mental. Selama abad ke-19
perkembangan dalam kesehatan mental terjadi pada 4 bidang umum : perlakuan
terhadap pasien sakit mental yang lebih manusiawi dan rasional oleh masyarakat,
langkah-langkah untuk memperbaiki lembaga untuk penyakit mental, perhatian para
penulis besar dan filsuf yang berpengaruh terhadap psikologi dan tingkah laku
manusia, dan suatu system klasifikasi yang komprehensif bagi kekalutan mental.
Tahun 1952 : Obat antipsikotik konvensional pertama, chlorpromazine
diperkenalkan untuk pertama kalinya dan digunakan untuk menangani pasien
skizofrenia dan gangguan mental utama lainnya. Juga adanya pengenalan obat-obat
antipsikotik konvensional. Selain itu media Inggris juga mengungkapkan
kesehatan mental melalui orang-orang yang pernah mengalaminya Tahun 1979 : NAMH
menjadi the National Mental Health Association (NAMH).
Contoh Kasus Kesehatan Mental
Menurut
definisinya sendiri Kesehatan Mental atau Mental Hygiene pada
pengembangan dan aplikasi seperangkat prinsip-prinsip praktis yang diarahkan
pada pencapaian dan pemeliharaan unsur psikologis dan Pencegahan dari
kemungkinan timbulnya kerusakan mental atau maladjusment, Kesehatan mental
berkait dengan :
1.
bagaimana kita memikirkan, merasakan
menjalani kehidupan sehari-hari
2.
bagaimana kita memandang diri
sendiri dan orang lain
3.
bagaimana kita mengevaluasi berbagai
alternatif dan mengambil keputusan. Seperti halnya kesehatan fisik,
kesehatan mental sangat penting bagi fase kehidupan. Berikut ini ada lah contoh
kasus kesehatan mental pada kasus Schizoprhenia.
Schizoprhenia sendiri adalah gangguan
mental yang ditandai dengan disintegrasi
proses pemikiran dan respon emosional. Ini paling sering bermanifestasi sebagai
halusinasi pendengaran, delusi paranoid atau aneh, atau bicara tidak teratur
dan berpikir, dan disertai dengan disfungsi sosial atau pekerjaan yang
signifikan. Timbulnya gejala biasanya terjadi pada dewasa muda, dengan
prevalensi seumur hidup global sekitar 0,3-0,7%. Diagnosa didasarkan pada
perilaku yang diamati dan pengalaman pasien yang dilaporkan. Genetika,
lingkungan awal, neurobiologi, dan proses psikologis dan sosial tampaknya
faktor penyebab penting; beberapa obat rekreasi dan resep tampak menyebabkan
atau memperburuk gejala. Penelitian saat ini difokuskan pada peran
neurobiologi, tetapi pertanyaan ini tidak terisolasi satu penyebab organik
tunggal. Kombinasi banyak kemungkinan gejala telah memicu perdebatan mengenai
apakah diagnosis merupakan gangguan tunggal atau beberapa sindrom diskrit.
Meskipun etimologi istilah dari skhizein akar Yunani (σχίζειν, "untuk
split") dan phrēn, phren-(φρήν, φρεν-; "pikiran"), skizofrenia
tidak menyiratkan "split pikiran" dan itu tidak sama sebagai gangguan
identitas disosiatif-juga dikenal sebagai "gangguan kepribadian
ganda" atau "kepribadian ganda"-kondisi dengan yang sering
bingung dalam persepsi publik. Andalan pengobatan obat antipsikotik, yang
terutama bekerja dengan menekan aktivitas dopamin. Psikoterapi dan rehabilitasi
kejuruan dan sosial juga penting. Dalam kasus yang lebih serius-mana ada resiko
untuk perawatan diri dan lain-paksa mungkin diperlukan, walaupun tetap rumah
sakit sekarang lebih pendek dan kurang sering daripada mereka.
Gangguan diperkirakan terutama untuk mempengaruhi kognisi,
tetapi juga biasanya memberikan kontribusi untuk masalah kronis dengan perilaku
dan emosi. Orang dengan skizofrenia cenderung memiliki tambahan (komorbiditas)
kondisi, termasuk depresi mayor dan gangguan kecemasan; terjadinya
penyalahgunaan zat umur hampir 50% masalah sosial, seperti pengangguran jangka
panjang, kemiskinan dan tunawisma, adalah biasa. . Harapan hidup rata-rata
orang dengan gangguan ini adalah 12 sampai 15 tahun kurang dari mereka yang
tidak, hasil dari meningkatnya masalah kesehatan fisik dan tingkat bunuh diri
yang lebih tinggi (sekitar 5%). Berikut kurang lebih contoh yg bisa saya
berikan
Roy adalah siswa
yang baik di sepanjang masa SMA-nya. Ia anggota tim futbol, mempertahankan ranking
yang bagus dan mendapatkan pujian pada tiap semesternya.
Ia ramah dan populer. Menjelang akhir semester pertama di universitasnya, semuanya mulai berubah. Roy tak lagi makan bersama dengan kawan-kawannya, pada kenyataannya ia mulai berkurung diri di dalam kamarnya. Ia mulai mengebaikan kesehatan pribadinya dan berhenti menghadiri kuliah. Roy mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan harus membaca kalimat yang sama secara berulang-ulang. Ia mulai percaya bahwa kata-kata dalam naskah bukunya memiliki makna yang khusus baginya dan dengan sesuatu cara memberitahukannya sebuah pesan untuk menjalankan sebuah misi rahasia. Joe mulai menyangka bahwa kawan sekamarnya bersekongkol dengan telepon dan komputernya untuk mengawasi kegiatannya. Roy menjadi takut jika kawan sekamarnya tahu akan pesan dalam naskah bukunya dan kini mencoba untuk menipunya. Roy mulai percaya teman sekamarnya dapat membaca pikirannya, pada kenyataannya siapapun yang ia lewati di aula atau di jalanan dapat mengatakan apapun yang ia pikirkan. Saat Roy sedang sendirian di kamarnya, ia dapat mendengar bisikan mereka yang ia percayai sedang mengawasinya. Ia tak dapat memastikan apa yang mereka katakan tapi ia yakin bahwa mereka membicarakannya.
Ia ramah dan populer. Menjelang akhir semester pertama di universitasnya, semuanya mulai berubah. Roy tak lagi makan bersama dengan kawan-kawannya, pada kenyataannya ia mulai berkurung diri di dalam kamarnya. Ia mulai mengebaikan kesehatan pribadinya dan berhenti menghadiri kuliah. Roy mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan harus membaca kalimat yang sama secara berulang-ulang. Ia mulai percaya bahwa kata-kata dalam naskah bukunya memiliki makna yang khusus baginya dan dengan sesuatu cara memberitahukannya sebuah pesan untuk menjalankan sebuah misi rahasia. Joe mulai menyangka bahwa kawan sekamarnya bersekongkol dengan telepon dan komputernya untuk mengawasi kegiatannya. Roy menjadi takut jika kawan sekamarnya tahu akan pesan dalam naskah bukunya dan kini mencoba untuk menipunya. Roy mulai percaya teman sekamarnya dapat membaca pikirannya, pada kenyataannya siapapun yang ia lewati di aula atau di jalanan dapat mengatakan apapun yang ia pikirkan. Saat Roy sedang sendirian di kamarnya, ia dapat mendengar bisikan mereka yang ia percayai sedang mengawasinya. Ia tak dapat memastikan apa yang mereka katakan tapi ia yakin bahwa mereka membicarakannya.
Konsep Sehat
Berdasarkan Dimensi Emosi, Intelektual, Sosial, Fisik dan Spiritual
Pada umumnya manusia adalah makhluk yang dapat terkena
penyakit atau menjaga kesehatannya. Kesehatan konsep yang sering digunakan,
tetapi artinya sulit dijelaskan. Menurut Parkins (1938) sehat adalah
suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai
faktor yang berusaha mempengaruhinya.
Sedangkan dalam UU Kesehatan No. 23 tahun 1992, kesehatan
didefinisikan secara lebih kompleks sebagai keadaan sejahtera dari badan, jiwa
dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
ekonomi. Tidak hanya terbebas dari gangguan secara fisik, mental, dan sosial,
tetapi kesehatan dipandang sebagai alat atau sarana untuk hidup secara
produktif. Dengan demikian, upaya kesehatan yang dilakukan, diarahkan pada
upaya yang dapat mengarahkan masyarakat mencapai kesehatan yang cukup
agar dapat hidup produktif.
Dalam hal ini saya akan menjelaskan tentang lima
konsep kesehatan berdasarkan dimensi, antara lain dimensi fisik, sosial,
emosional, intelektual, dan spiritual. Berikut penjelasannya :
·
Dimensi emosional
Kemampuan emosional adalah kemampuan stress dan
mengekspresikan emosinya yang dapat di terima oleh orang lain. Kesehatan emosi
mencakup kemampuan untuk bertanggung jawab, menerima, dan menyamaikan
perasaannya serta dapat menerima keterbatasan orang lain.
·
Dimensi Intelektual
Kemampuan belajar dan menggunakan informasi secara efektif
antar personal, keluarga, dang pengembangan karier. Kesehatan intelektual
meliputi usaha untuk secara terus-menerus tumbuh dan belajar untuk beradaptasi
secara efektif dengan perubahan baru.
·
Dimensi Sosial
Kemampuan social adalah kemampuan berinteraksi secara baik
dengan sesame dan lingkungannya, dapat menjaga dan mengembangkan keakraban
individu, dan dapat menghargai serta toleran terhadap setiap pendapat dan
kepercayaan yang berbeda.
·
Dimensi Fisik
Secara umum, manusia dalam dimensi ini mampu mempraktikan
gaya hidup yang positif. Kemampuan fisik adalah kemampuan menyelesaikan
tugasnya sehari-hari, pencapaian kebugaran (seperti kardiovaskular, paru, dan
gastrointestinal), menjaga nutrisi tetap adekuat, dan ketepatan proporsi tubuh
dari timbnan lemak, bebas dari penggunaan obat-obatan,alcohol, dan rokok.
·
Dimensi Spiritual
Percaya adanya beberapa kekuatan (seperti alam, ilmu
pengetahuan, agama, dan bentuk kekuatan lain) yang diperlukan manusia dalam
mengisi kehidupannya. Setiap individu memiliki nilai moral, dan etika yang
dianutnya.
Referensi :
1. Siswanto.(2007).Kesehatan Mental : Kesehatan
Mental – Konsep, Cakupan dan Perkembangannya.Yogyakarta: ANDI
2. Semium, Yustinus.(2006). Kesehatan Mental
2. Yogyakarta.Kasinius
3. Riyanti, Dwi B.P., Prabowo, Hendro. (1998). Seri
diktat kuliah psikologi umum 2. Depok: Universitas Gunadarma.
4. Puspitawati, I. Dwi Riyanti, Hendro
Prabowo.(1996). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum I. Jakarta.
Gunadarma.
Mirisnya isu kesehatan mental masih melekat stigma negatif bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, jadi bagi yang mengalami penyakit mental merasa minder saat mau menggunakan layanan kesehatan mental. Tapi katanya dengan membaca artikel psikoedukasi secara intensif mampu menurunkan stigma sosial dan pribadi yang disematkan pada pengguna layanan kesehatan mental secara signifikan. Ini penelitiannya.
BalasHapus