Selasa, 10 Maret 2015

Konsep Sehat Menurut Aliran Psikoanalisa

Aliran Psikoanalisa

Psikoanalisa merupakan salah satu aliran dalam Psikologi yang berpandangan bahwa manusia lahir telah membawa warisan (kecerdasan, libido sexual/dorongan-dorongan perilaku yang berorientasi pada kesenangan) dari orang tua yang melahirkan, dari gagasannya ini psikoanalisa dapat digolongkan dalam aliran nativisme lawan dari empirisme yang beranggapan manusia lahir bagaikan kertas putih tanpa membawa warisan dari orang tua.
Pasti pada saat kalian membaca aliran psikoanalisa langsung terlintas nama Freud dipikiran kalian, aliran psikoanalisa ini memang terkenal oleh tokoh Sigmund Freud (1856-1939) dan beliau juga disebut sebagai bapak psikoanalisa. Dalam teori psikoanalisa nya freud menjelaskan tentang struktur kepribadian individu, struktur kepribadian tersusuan atas 3 sistem pokok, yakni:

·         ID merupakan sistem kepribadian yang asli, dimana id sebagai rahim tempat berkembangan ego dan superego. ID berisikan segala sesuatu yang secara psikologis ada sejak lahir dan merupakan reservoir energi psikis. ID berhubungan erat dengan proses – proses jasmaniah darimana id mendapatkan energinya. id memiliki 2 proses yaitu proses primer dan tindakan refleksi. id terdiri dari dorongan – dorangan biologis seperti makan, sex dan agresifitas.
·         EGO timbulkarena kebutuhan – kebutuhan organisme memerlukan transaksi – transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan objektif. Perbedaan pokok antara id dan ego adalah id hanya mengenal kenyataan subjektif-jiwa sedangkan ego membedakan antara hal -hal yang terdapat dalam batin dan hal – hal yang terdapat dalam dunia luar. Ego disebut juga sebagai eksekutif kepribadian karena ego mengontrol pintu – pintu arah tindakan , memilih segi lingkungan kemana ia akan membri respon dan memutuskan insting mana yang akan dipuaskan.
·         SUPEREGO adalah perwujudan internal dari nilai – nilai dan cita – cita tradisional masyarakat. Superego juga mencerminkan yang ideal, bukan yang real, memperjuangkan kesempurnaan dan bukan kenikmatan. superego disebut juga sebagai wasit tingkah laku.

Teori analisa freud juga menilai kepribadian pribadi motif tidak sadar pada perilaku individu. Pada bagian ketidaksadaran inilah freud berusaha meneliti dengan menggunakan teknik asosiasi bebas yang menghendaki individu mengutarakan hal – hal yang muncul dalam kesadaranya maupun hal – hal yang dapat membuat malu atau tidak berarti. Dengan menggunakan teknik asosiasi bebas freud mencoba membantu pasiennya menyadari hal – hal yang tidak disadari dan cara demikian pun dapat membantu menemukan faktor utama penentu kepribadian individu.
Contoh Kasus yang berhubungan dengan teori Psikoanalisa (Kasus Psikopat berhubungan dengan Teori Psikoanalisa Sigmund Freud)
           

            Kasus terhangat saat seorang laki-laki dari Jombang mencincang korbannya dan membuangnya di sebuah tempat.  Ia membunuh teman-temannya di halaman belakang rumahnya dan menguburnya diam-diam. Ia tenang saja, tak menutupi wajahnya ketika kamera televisi membidiknya. Ia mengaku tak tahu kenapa dia membunuh.
            Dari kasus diatas dapat kita lihat bahwa seorang laki-laki tersebut mengidap psikopat. Psikopat adalah suatu gejala kelainan kepribadian yang sejak dahulu dianggap berbahaya dan mengganggu masayarakat. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia menghadapi psikopat. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran dari pada yang mendekam dipenjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20% dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan namun sebenarnya adalah orang yang membahayakan bagi masyarakat karena seorang psikopat dapat melakukan apa saja yang diinginkan dan yakin bahwa yang dilakukannya itu benar.
            Kasus diatas jika dikaitkan dengan teori psikoanalisa, menjadi sebuah kritik tersendiri terhadap teori tersebut. Saat melakukan pembunuhan, pemerkosaan, atau korupsi seorang psikopat tidak memikirkan tindakan tersebut apakah salah atau benar.Dimana tugas tersebut seharusnya menjadi tugas ego, yang mempertimbangkan sebuah tindakan itu benar atau tidak. Saat selesai melakukan pembunuhan atau kesalahan, seorang psikopat tidak memiliki rasa bersalah atau tertekan dan cenderung menganggap remeh sebuah kesalahan. Dalam hal ini peran superego tidak berjalan semestinya, tidak ada hukuman terhadap ego yang menjadi pelaksana, superego serasa tak mempunyai daya melawan kekuatan id untuk mempengaruhi ego.
            Psikopat dapat disebabkan karena kesalahan pola asuh semasa kecil, karena kepribadian individu dibentuk oleh berbagai jenis pengalaman masa kanak-kanak awal,dan Energy seksual (libido) ada sejak lahir, yang kemudian berkembang melalui serangkaian tahapan psikoseksual yang bersumber pada proses-proses naluriah organisme. Maka , diperlukan asuhan yang tepat untuk mencegah menjadi psikopat.

REFERENSI :
1.    Schultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan Model-model Kepribadian Sehat. Yogyakarta : Kanisius
5.    W.Santrock, John. Perkembangan Remaja Edisi Ke-6. 2003. Erlangga:Jakarta. L.Atkinson, Rita. Pengantar Psikologi. 1983. Erlangga:Jakarta.
6.    Koeswara. Teori-Teori Kepribadian. 1986. PT.ERESCO:Bandung.
7.    Moesono,Anggadewi. Psikoanalisis Dan Sastra. 2003. Pusat Penelitian Kemasyarakatan Dan Budaya, Lembaga Penelitian Universitas Indonesia:Depok.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar