REVIEW
JURNAL
Judul : Dampak Negatif
dan Positif Penggunaan Internet
1.
Abstrak
2.
Latar Belakang
Penggunaan internet
yang kian meluas di Indonesia tentu merupakan berita baik namun dibalik itu
dampak negatif pun mengancam sehingga untuk itu para orang tua perlu
menanamkan beberapa pemahaman kepada anak sisi positif dan negatif dari
internet. Beberapa orang tua bahkan ada yang melarang pengguna internet oleh
anak mereka. Dilema penggunaan internet untuk anak muncul akibat dari sifat
media yang satu ini memiliki sifat "super terbuka"dimana setiap orang
tanpa pandang bulu yang telah terkoneksi dengan internet dapat dengan bebas
mengakses informasi di dalamnya. Sehingga filter yang ada bertumpu pada
individu masing -masing. Di titik inilah orang tua harus berperan aktif, yaitu
memperkuat filter pada diri anak. Keimanan pada Allah swt, menjadi filter
utama, namun penanaman nilai -nilai luhur pada diri anak juga sangat diperlukan. Penanaman nilai moralitas harus
telah menjadi kebiasaan sehingga tertanam dengan baik pada diri anak.
Kekhawatir orangtua membiarkan anak-anaknya menggunakan internet bertambah
dikarenakan keterbatasan waktu mereka untuk mengawasi anak-anaknya dalam
menggunakan internet. Terlebih lagi anak-anak sudah mengerti menghapus riwayat
(history) dan cookies website yang mereka kunjungi dari web browser tersebut,
sehingga orangtua tidak dapat mengetahui situs apa saja yang telah diakses oleh
anak -anaknya.
3.
Hasil dan Pembahasan
Hasil
penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pengguna internet mayoritas
termasuk fase masa transisi dewasa awal, yaitu antara usia antara 17
sampai dengan 22 tahun. Penggunaan internet melalui tiga aplikasi yaitu e-mail,
chat dan jejaring sosial diketahui tergolong rendah. Hal tersebut diduga berhubungan
dengan sifat pengguna internet yang mayoritas memiliki sifat anonimitas yang
tinggi, tingkat kesamaan yang rendah, dan tingkat kecemasan komunikasi yang
tergolong rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan internet
dalam berkomunikasi bisa menghasilkan hubungan akrab dan juga meskipun tingkat
kepercayaan dan keterbukaan pengguna internet tergolong rendah, namun hasil
penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian dan kasih sayang yang
dirasakan responden adalah tinggi.
Mengenai perilaku penggunaan internet pada kalangan remaja di
perkotaan, usia responden saat pertama kali mengenal dan menggunakan internet
ialah 12 tahun. Berdasarkan aspek intensitas penggunaan internet, sebagian
besar remaja perkotaan lebih sering mengakses internet di warnet meskipun di
sekolah mereka terdapat fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free.
Frekuensi internet yang digunakan bagi remaja perkotaan yang sering mengakses
internet di rumah cenderung lebih sering dengan durasi setiap kali mengakses
internet lebih lama dibandingkan dengan remaja perkotaan yang sering mengakses
internet di tempat lain, serta bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses
internet dengan memanfaatkan layanan internet yang tersedia di sekolah
menunjukkan bahwa pada umumnya mereka tergolong sebagai light users (pengguna
internet yang menghabiskan waktu kurang dari 10 jam per bulan).
Remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi
kepentingan, yaitu informasi , aktivitas kesenangan, komunikasi, dan transaksi.
Penggunaan internet mengubah beberapa elemen pendekatan marketing
mix tradisional. Kunci sukses strategi pemasaran melalui internet adalah
strategi interaktif. internet memberikan lingkungan dan pendekatan berbeda
untuk pemasaran internasional. Internet membuat pergantian fundamental dari
mass marketing menjadi personalized marketing. Marketing mix untuk internet
marketing 5P, yaitu product, price, personalization, promotion, dan place.
Internet marketing memungkinkan transformasi aktivitas perdagangan
tradisional dari non-electronic menjadi electronic plat form. Perilaku
penggunaan Internet di Kalangan Mahasiswa Anteseden meliputi Variabel
Individual yang terdiri dari data demografis seperti : usia, jenis kelamin, dan
faktor-faktor psikologis komunikan. Dalam variabel lingkungan tercakup
didalamnya adalah organisasi, sistem sosial dan struktur sosial. Perilaku
penggunaan internet yang dilakukan oleh responden dilatarbelakangi oleh
beberapa motif tertentu, dimana motif ini mencakup motif kognitif, pengawasan,
motif hiburan, motif menghabiskan waktu, motif melarikan diri dari kepenatan
dan motif interaksi sosial.
Frekuensi penggunaan internet
oleh responden rata rata hampir setiap hari dengan durasi waktu yaitu 2 – 3 jam
per hari. sebagaian besar responden menggunakan fasilitas world wide web(www)
ketika melakukan pencarian informasi di internet dengan menggunakan fasilitas
mesin pencari (search engine) google yang dianggap lebih mudah dalam
penggunaannya dan lebih familiar. Salah satu hambatan yang ditemui adalah
memasukkan kata kunci (keyword) pada mesin pencari (search engine) dengan
informasi yang benar dan sesuai dengan yang ingin dicari serta informasi yang
terlalu banyak untuk itu diperlukan sikap selektif dan teliti terhadap informasi
yang akan ditelusur lewat internet, dikarenakan tidak semua informasi
diinternet bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Hasil penelitian yang dilakukan
menunjukkan bahwa pengguna internet mayoritas termasuk fase masa transisi
dewasa awal, yaitu antara usia antara 17 sampai dengan 22 tahun. Penggunaan
internet melalui tiga aplikasi yaitu e-mail, chat dan jejaring sosial diketahui
tergolong rendah. Hal tersebut diduga berhubungan dengan sifat pengguna
internet yang mayoritas memiliki sifat anonimitas yang tinggi, tingkat kesamaan
yang rendah, dan tingkat kecemasan komunikasi yang tergolong rendah. Hasil
penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan internet dalam berkomunikasi bisa
menghasilkan hubungan akrab dan juga meskipun tingkat kepercayaan dan keterbukaan
pengguna internet tergolong rendah, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa
tingkat kepedulian dan kasih sayang yang dirasakan responden adalah
tinggi.
Mengenai perilaku penggunaan internet pada kalangan remaja di
perkotaan, usia responden saat pertama kali mengenal dan menggunakan internet
ialah 12 tahun. Berdasarkan aspek intensitas penggunaan internet, sebagian
besar remaja perkotaan lebih sering mengakses internet di warnet meskipun di
sekolah mereka terdapat fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free.
Frekuensi internet yang digunakan bagi remaja perkotaan yang sering mengakses
internet di rumah cenderung lebih sering dengan durasi setiap kali mengakses
internet lebih lama dibandingkan dengan remaja perkotaan yang sering mengakses
internet di tempat lain, serta bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses
internet dengan memanfaatkan layanan internet yang tersedia di sekolah
menunjukkan bahwa pada umumnya mereka tergolong sebagai light users (pengguna
internet yang menghabiskan waktu kurang dari 10 jam per bulan).
Remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi
kepentingan, yaitu informasi , aktivitas kesenangan, komunikasi, dan transaksi.
Penggunaan internet mengubah beberapa elemen pendekatan marketing mix tradisional.
Kunci sukses strategi pemasaran melalui internet adalah strategi interaktif.
internet memberikan lingkungan dan pendekatan berbeda untuk pemasaran
internasional. Internet membuat pergantian fundamental dari mass marketing
menjadi personalized marketing. Marketing mix untuk internet marketing 5P,
yaitu product, price, personalization, promotion, dan place.
Internet marketing memungkinkan transformasi aktivitas perdagangan
tradisional dari non-electronic menjadi electronic plat form. Perilaku
penggunaan Internet di Kalangan Mahasiswa Anteseden meliputi Variabel
Individual yang terdiri dari data demografis seperti : usia, jenis kelamin, dan
faktor-faktor psikologis komunikan. Dalam variabel lingkungan tercakup
didalamnya adalah organisasi, sistem sosial dan struktur sosial. Perilaku
penggunaan internet yang dilakukan oleh responden dilatarbelakangi oleh
beberapa motif tertentu, dimana motif ini mencakup motif kognitif, pengawasan,
motif hiburan, motif menghabiskan waktu, motif melarikan diri dari kepenatan
dan motif interaksi sosial.
Frekuensi penggunaan internet oleh responden rata rata hampir
setiap hari dengan durasi waktu yaitu 2 – 3 jam per hari. sebagaian besar
responden menggunakan fasilitas world wide web(www) ketika melakukan pencarian
informasi di internet dengan menggunakan fasilitas mesin pencari (search
engine) google yang dianggap lebih mudah dalam penggunaannya dan lebih
familiar. Salah satu hambatan yang ditemui adalah memasukkan kata kunci
(keyword) pada mesin pencari (search engine) dengan informasi yang benar dan
sesuai dengan yang ingin dicari serta informasi yang terlalu banyak untuk itu
diperlukan sikap selektif dan teliti terhadap informasi yang akan ditelusur
lewat internet, dikarenakan tidak semua informasi diinternet bisa
dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dampak Positif:
1. Internet
sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak
digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna
lainnya dari seluruh dunia.
2. Media
pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide
web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat
saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media
untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan
www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan
memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang
terjadi.
5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk
bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
6. Kemudahan
bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi
menuju ke tempat penawaran/penjualan.
Dampak Negatif
Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
1. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
2. Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
3.Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
1. Mengurangi
sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet
daripada bertemu secara langsung (face to face).
2. Dari
sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam
berinteraksi.
3. Kejahatan
seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut
berkembang).
4. Bisa
membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat
menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut
4. Kesimpulan
Efek positif
dan negatif yang seolah kontradiktif membuktikan bahwa dampak dari internet
sangat tergantung dari penggunanya. Oleh karen aitu, kunci untuk menyeimbangkan
efek positif dan negatif dari internet terhadap remaja adaah justru komunikasi
yang efektif antara orang tua dan remaja serta adanya bimbingan yang tepat.
Jika orang tua mengizinkan remaja untuk memaksimalkan manfaat internet sambil
meminimalkan sisi negatif dari internet. Para remaja berhak mendapatkan yang
terbaik dari apa yang ditawarkan oleh internet, namun orang tua harus strategis
dalam membimbing remaja untuk menggunakan internet dalam meningkatkan
pengalaman belajar dan menghasilkan efek yang positif.
Sumber
:
5. http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=84&ved=0CDYQFjADOFA&url=http%3A%2F%2Fjournal.walisongo.ac.id%2Findex.php%2Fsww%2Farticle%2Fview%2F121%2F120&ei=w3NPVJXcC5Hc8AXf2oKoCQ&usg=AFQjCNEYEThCCxS2ybTaDwmCIsGn8naQZQ&sig2=Tdw1cGdGHLT-PbuoXnmDzQ&bvm=bv.77880786,d.dGc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar