Selasa, 28 Oktober 2014

#Pinternet Review Jurnal Dampak positif dan Negatif Penggunaan Internet


REVIEW JURNAL 

Judul : Dampak Negatif dan Positif Penggunaan Internet

1.      Abstrak
Dunia teknologi dan internet berkembang sangat pesat di dunia, tak terkecuali Indonesia. Imbasnya, jumlah pengguna internet saat ini semakin besar dan bertambah terus setiap harinya. Sebagian dari pengguna internet tersebut adalah anak-anak. Sementara banyak sekali situs web yang tidak layak menjadi konsumsi anak-anak.
2. Latar Belakang
Penggunaan internet yang kian meluas di Indonesia tentu merupakan berita baik namun dibalik itu dampak negatif pun mengancam  sehingga untuk itu para orang tua perlu menanamkan beberapa pemahaman kepada anak sisi positif dan negatif dari internet. Beberapa orang tua bahkan ada yang melarang pengguna internet oleh anak mereka. Dilema penggunaan internet untuk anak muncul akibat dari sifat media yang satu ini memiliki sifat "super terbuka"dimana setiap orang tanpa pandang bulu yang telah terkoneksi dengan internet dapat dengan bebas mengakses informasi di dalamnya. Sehingga filter yang ada bertumpu pada individu masing -masing. Di titik inilah orang tua harus berperan aktif, yaitu memperkuat filter pada diri anak. Keimanan pada Allah swt, menjadi filter utama, namun penanaman nilai -nilai luhur pada diri anak juga sangat  diperlukan. Penanaman nilai moralitas harus telah menjadi kebiasaan sehingga tertanam dengan baik pada diri anak. Kekhawatir orangtua membiarkan anak-anaknya menggunakan internet bertambah dikarenakan keterbatasan waktu mereka untuk mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan internet. Terlebih lagi anak-anak sudah mengerti menghapus riwayat (history) dan cookies website yang mereka kunjungi dari web browser tersebut, sehingga orangtua tidak dapat mengetahui situs apa saja yang telah diakses oleh anak -anaknya. 

3. Hasil dan Pembahasan 
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pengguna internet mayoritas termasuk fase masa transisi dewasa awal, yaitu antara usia antara 17 sampai dengan 22 tahun. Penggunaan internet melalui tiga aplikasi yaitu e-mail, chat dan jejaring sosial diketahui tergolong rendah. Hal tersebut diduga berhubungan dengan sifat pengguna internet yang mayoritas memiliki sifat anonimitas yang tinggi, tingkat kesamaan yang rendah, dan tingkat kecemasan komunikasi yang tergolong rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan internet dalam berkomunikasi bisa menghasilkan hubungan akrab dan juga meskipun tingkat kepercayaan dan keterbukaan pengguna internet tergolong rendah, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian dan kasih sayang yang dirasakan responden adalah tinggi.
     Mengenai perilaku penggunaan internet pada kalangan remaja di perkotaan, usia responden saat pertama kali mengenal dan menggunakan internet ialah 12 tahun. Berdasarkan aspek intensitas penggunaan internet, sebagian besar remaja perkotaan lebih sering mengakses internet di warnet meskipun di sekolah mereka terdapat fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free. Frekuensi internet yang digunakan bagi remaja perkotaan yang sering mengakses internet di rumah cenderung lebih sering dengan durasi setiap kali mengakses internet lebih lama dibandingkan dengan remaja perkotaan yang sering mengakses internet di tempat lain, serta bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses internet dengan memanfaatkan layanan internet yang tersedia di sekolah menunjukkan bahwa pada umumnya mereka tergolong sebagai light users (pengguna internet yang menghabiskan waktu kurang dari 10 jam per bulan).
     Remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi kepentingan, yaitu informasi , aktivitas kesenangan, komunikasi, dan transaksi. Penggunaan internet mengubah beberapa elemen pendekatan marketing mix tradisional. Kunci sukses strategi pemasaran melalui internet adalah strategi interaktif. internet memberikan lingkungan dan pendekatan berbeda untuk pemasaran internasional. Internet membuat pergantian fundamental dari mass marketing menjadi personalized marketing. Marketing mix untuk internet marketing 5P, yaitu product, price, personalization, promotion, dan place.
     Internet marketing memungkinkan transformasi aktivitas perdagangan tradisional dari non-electronic menjadi electronic plat form. Perilaku penggunaan Internet di Kalangan Mahasiswa Anteseden meliputi Variabel Individual yang terdiri dari data demografis seperti : usia, jenis kelamin, dan faktor-faktor psikologis komunikan. Dalam variabel lingkungan tercakup didalamnya adalah organisasi, sistem sosial dan struktur sosial. Perilaku penggunaan internet yang dilakukan oleh responden dilatarbelakangi oleh beberapa motif tertentu, dimana motif ini mencakup motif kognitif, pengawasan, motif hiburan, motif menghabiskan waktu, motif melarikan diri dari kepenatan dan motif interaksi sosial.
     Frekuensi penggunaan internet oleh responden rata rata hampir setiap hari dengan durasi waktu yaitu 2 – 3 jam per hari. sebagaian besar responden menggunakan fasilitas world wide web(www) ketika melakukan pencarian informasi di internet dengan menggunakan fasilitas mesin pencari (search engine) google yang dianggap lebih mudah dalam penggunaannya dan lebih familiar. Salah satu hambatan yang ditemui adalah memasukkan kata kunci (keyword) pada mesin pencari (search engine) dengan informasi yang benar dan sesuai dengan yang ingin dicari serta informasi yang terlalu banyak untuk itu diperlukan sikap selektif dan teliti terhadap informasi yang akan ditelusur lewat internet, dikarenakan tidak semua informasi diinternet bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
       Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pengguna internet mayoritas termasuk fase masa transisi dewasa awal, yaitu antara usia antara 17 sampai dengan 22 tahun. Penggunaan internet melalui tiga aplikasi yaitu e-mail, chat dan jejaring sosial diketahui tergolong rendah. Hal tersebut diduga berhubungan dengan sifat pengguna internet yang mayoritas memiliki sifat anonimitas yang tinggi, tingkat kesamaan yang rendah, dan tingkat kecemasan komunikasi yang tergolong rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan internet dalam berkomunikasi bisa menghasilkan hubungan akrab dan juga meskipun tingkat kepercayaan dan keterbukaan pengguna internet tergolong rendah, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian dan kasih sayang yang dirasakan responden adalah tinggi.
     Mengenai perilaku penggunaan internet pada kalangan remaja di perkotaan, usia responden saat pertama kali mengenal dan menggunakan internet ialah 12 tahun. Berdasarkan aspek intensitas penggunaan internet, sebagian besar remaja perkotaan lebih sering mengakses internet di warnet meskipun di sekolah mereka terdapat fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free. Frekuensi internet yang digunakan bagi remaja perkotaan yang sering mengakses internet di rumah cenderung lebih sering dengan durasi setiap kali mengakses internet lebih lama dibandingkan dengan remaja perkotaan yang sering mengakses internet di tempat lain, serta bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses internet dengan memanfaatkan layanan internet yang tersedia di sekolah menunjukkan bahwa pada umumnya mereka tergolong sebagai light users (pengguna internet yang menghabiskan waktu kurang dari 10 jam per bulan).
     Remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi kepentingan, yaitu informasi , aktivitas kesenangan, komunikasi, dan transaksi. Penggunaan internet mengubah beberapa elemen pendekatan marketing mix tradisional. Kunci sukses strategi pemasaran melalui internet adalah strategi interaktif. internet memberikan lingkungan dan pendekatan berbeda untuk pemasaran internasional. Internet membuat pergantian fundamental dari mass marketing menjadi personalized marketing. Marketing mix untuk internet marketing 5P, yaitu product, price, personalization, promotion, dan place.
     Internet marketing memungkinkan transformasi aktivitas perdagangan tradisional dari non-electronic menjadi electronic plat form. Perilaku penggunaan Internet di Kalangan Mahasiswa Anteseden meliputi Variabel Individual yang terdiri dari data demografis seperti : usia, jenis kelamin, dan faktor-faktor psikologis komunikan. Dalam variabel lingkungan tercakup didalamnya adalah organisasi, sistem sosial dan struktur sosial. Perilaku penggunaan internet yang dilakukan oleh responden dilatarbelakangi oleh beberapa motif tertentu, dimana motif ini mencakup motif kognitif, pengawasan, motif hiburan, motif menghabiskan waktu, motif melarikan diri dari kepenatan dan motif interaksi sosial.
     Frekuensi penggunaan internet oleh responden rata rata hampir setiap hari dengan durasi waktu yaitu 2 – 3 jam per hari. sebagaian besar responden menggunakan fasilitas world wide web(www) ketika melakukan pencarian informasi di internet dengan menggunakan fasilitas mesin pencari (search engine) google yang dianggap lebih mudah dalam penggunaannya dan lebih familiar. Salah satu hambatan yang ditemui adalah memasukkan kata kunci (keyword) pada mesin pencari (search engine) dengan informasi yang benar dan sesuai dengan yang ingin dicari serta informasi yang terlalu banyak untuk itu diperlukan sikap selektif dan teliti terhadap informasi yang akan ditelusur lewat internet, dikarenakan tidak semua informasi diinternet bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dampak Positif:
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
 5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
Dampak Negatif Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
1.      Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
2.      Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
3.Perjudian
   Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi     tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
1. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
2. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
3. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
4. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut

4. Kesimpulan
Efek positif dan negatif yang seolah kontradiktif membuktikan bahwa dampak dari internet sangat tergantung dari penggunanya. Oleh karen aitu, kunci untuk menyeimbangkan efek positif dan negatif dari internet terhadap remaja adaah justru komunikasi yang efektif antara orang tua dan remaja serta adanya bimbingan yang tepat. Jika orang tua mengizinkan remaja untuk memaksimalkan manfaat internet sambil meminimalkan sisi negatif dari internet. Para remaja berhak mendapatkan yang terbaik dari apa yang ditawarkan oleh internet, namun orang tua harus strategis dalam membimbing remaja untuk menggunakan internet dalam meningkatkan pengalaman belajar dan menghasilkan efek yang positif. 


Sumber : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar